Dr. H.TUTY ALAWIYAH

Tuty AlawiyahDr. H.TUTY ALAWIYAH

BIOGRAFI

Pendidikan Formal :

SD Slamet Riyadi/Ibtidaiyah As-Syafi`iyah, Jakarta

ü Tsanawiyah As-Syafi`iyah, Jakarta

ü Aliyah As-Syafi`iyah, Jakarta

ü Sarjana S-1 Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

ü Mendapat Gelar Doctor Honoris Causa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarief Hidayatullah, Jakarta (17 Februari 2001)

Dr. H. Tutty Alawiyah adalah mantan Menteri Negara Peranan Wanita dalam dua pemerintahan yang berbeda, pada pemerintahan Soeharto dalam Kabinet Pembangunan VII, 1998 dan pemerintahan B.J. Habibie dalam Kabinet Reformasi Pembangunan. Tutty aktif dan menjadi pendiri organisasi serta institusi Islam di Indonesia. Ia pernah bergabung di ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), MUI (Majelis Ulama Indonesia), CIDES (Center For Information And Development Studies), dan organisasi islam lainnya


Semenjak usia 9 tahun, Tutty sudah mulai berdakwah menyiarkan agama Islam. Di bawah naungan Yayasan Perguruan As-Syafi`iyah yang didirikan tahun 1933 oleh ayahnya, Tutty membangun Pesantren Putra-Putri dan Yatim, Pesantren Tinggi Darul Agama, Sekolah Tinggi Wiraswasta, serta Universitas Islam Syafi`iyah. Dalam bidang politik, ia pernah dicalonkan menjadi presiden melalui konvensi Partai Golongan Karya (Golkar). Hingga kini, Tutty masih aktif dalam bidang dakwah, sosial, dan pendidikan.

DAKWAH MENURUTNYA

Dakwah, jelas Tutty, pada dasarnya adalah kata-kata, perbuatan, dan perilaku. Ia menyatakan pula, medan dakwah sangat beragam, baik di madrasah, perguruan tinggi, institusi-institusi pendidikan, mal, maupun perusahaan. Tujuan dakwah, kata dia, untuk mewujudkan ajaran Islam dalam semua segi kehidupan masyarakat. Menurut Tutty, dengan demikian, dakwah tak boleh dipahami hanya sebagai ceramah atau pidato. “Pada hakikatnya, dakwah mengandung makna pemberdayaan masyarakat melalui perbaikan total terhadap semua aspek kehidupan manusia untuk membawa masyarakat dan umat Islam menjadi umat terbaik,” jelasnya.

Tutty mengutip ulama ternama Yusuf Qardhawi, yang menyatakan bahwa dakwah di era global menuntut kekuatan dan ketepatan tersendiri, baik menyangkut pesan, bahasa, maupun pendekatan yang digunakan. Ia menambahkan, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam dakwah. Menurut Tutty, hal pertama adalah memperkuat basis keimanan dan takwa.

Tutty mengutip ulama ternama Yusuf Qardhawi, yang menyatakan bahwa dakwah di era global menuntut kekuatan dan ketepatan tersendiri, baik menyangkut pesan, bahasa, maupun pendekatan yang digunakan. Ia menambahkan, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam dakwah. Menurut Tutty, hal pertama adalah memperkuat basis keimanan dan takwa.

Di persentasikan oleh Nur Hikmah Dewi, Mahasiswa Jurusan Ilmu Agama Islam Universitas Negeri Jakarta Program Studi Komunikasi Penyiran Islam  dalam mata kuliah Psikologi Dakwah 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: