SUNAN GUNUNG JATI

WALISONGO” BERARTI SEMBILAN ORANG WALI”


1. Maulana Malik Ibrahim,

2. Sunan Ampel,             Anak Maulana Malik Ibrahim

3. Sunan Giri,                  Keponakan Maulana Malik I

4. Sunan Bonang,            Anak Sunan Ampel

5. Sunan Dradjad,           Anak Sunan Ampel

6. Sunan Kalijaga,           Murid Sunan Bonang

7. Sunan Kudus,             Murid Sunan Kalijaga

8. Sunan Muria,               Anak Sunan Kalijaga

9. Sunan Gunung Jati,     Putra Raja Pajajaran

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat.

SUNAN GUNUNG JATI

(Syarif  Hidayatullah)

Profile

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.

Silsilah Keturunannya

Dari  Ibu (keturunan Raja Pajajaran)

.Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah

.Rara Santang (Syarifah Muda’im)

.Prabu Jaya Dewata @ Raden Pamanah Rasa @ Prabu Siliwangi II

.Prabu Dewa Niskala (Raja Galuh/Kawali)

.Niskala Wastu Kancana @ Prabu Siliwangi I

.Prabu Linggabuana @ Prabu Wangi (Raja yang tewas di Bubat)

Dari ayah (keturunan Ali bin Abu Thalib)
.Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah Al-Khan bin
.Sayyid ‘Umadtuddin Abdullah Al-Khan bin
.Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan @ ‘Ali Nurul ‘Alam bin
.Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan bin
.Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin
.Sayyid Abdullah Al-‘Azhomatu Khan bin
.Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin
.Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
.
Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)bin
.Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin
.Sayyid Alawi Ats-Tsani bin
.Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
.Sayyid Alawi Awwal bin
.Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin
.
Ahmad al-Muhajir bin
.Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi bin
.Sayyid Muhammad An-Naqib bin
.Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin
.Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
.Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
.Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
.Al-Imam Sayyidina Hussain
.Al-Husain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahra binti
Muhammad

Perjalanan Hidupnya

Syarif Hidayatullah  mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Demak yang di pimpin oleh Raden Fatah, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang  juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati. Bila Syarif Hidayat keturunan Syekh Maulana Akbar Gujarat dari pihak ayah, maka Raden Patah adalah keturunan beliau juga tapi dari pihak ibu yang lahir di Campa.

Memasuki usia dewasa sekitar diantara tahun 1470-1480, beliau menikahi adik dari Bupati Banten ketika itu bernama Nyai Kawunganten . Dari pernikahan ini beliau mendapatkan seorang putri yaitu Ratu Wulung Ayu Ratu dan Maulana Hasanuddin  yang kelak menjadi Sultan Banten I.  Melalui pernikahan tersebut akhirnya Sunan Gunung Jati dapat menyebarluaskan Agama Islam ke pelosok Banten yang akhirnya membangun Kerajaan Banten bersama anaknya Maulana Hasanuddin yang dijadikan Raja Pertama di Kerajaan Banten.

Sepakterjang Dakwahnya

Setelah pendirian Kesultanan Demak antara tahun 1490 hingga 1518 disusul dengan kerajaan Cirebon dan Banten merupakan masa-masa paling sulit bagi Syarif Hidayat dan Raden Patah karena proses Islamisasi secara damai mengalami gangguan internal dari Kerajaan Pakuan dan Galuh (di Jawa Barat) dan Majapahit (di Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan gangguan external dari Portugis yang telah mulai expansi di Pasai dan Malaka.

Namun dengan strategi jitu Sunan Gunung Jati yang menikahkan putrinya kepada Pati Unus dari Sunda Kelapa demi  menggabungkan armada perang  gabungan dari kesultanan Demak, Cirebon dan Banten ini membuahkan hasil. Setelah kegagalan expansi jihad Pati Unus II yang menggugurkan dirinya di Malaka akhirnya Sunan Gunung Jati mengangkat Tubagus Pasai (Fatahillah) sebagai Panglima di perang melawan Portugis di Pulau Jawa, yang dimenangkan oleh Islam serta merubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang dipimpin oleh Fatahillah.

Pada tahun 1568 saat runtuhnya Kerajaan Pakuan Pajajaran (Hindu), Sunan Gunung Jati mengemukakan dengan tegas 2 opsi kepada seluruh pembesar Istana Pakuan bahwa: Pertama ,siapapun yang bersedia masuk Islam mereka akan dijaga kedudukanya/pangkatnya dan diperbolehkan tinggal di keratonya masing2. Kedua,  siapapun yang tidak masuk islam mereka akan dikeluarkan dari keraton dan tinggal di pedalaman Banten, daerah Cibeo Baduy pada saat ini.

Dengan ultimatum inilah banyak pangeran dan purti pakuan memilih opsi pertama dan Sedang Pasukan Kawal Istana dan Panglimanya (sebanyak 40 orang) yang merupakan Korps Elite dari Angkatan Darat Pakuan memilih opsi ke 2. Mereka inilah cikal bakal penduduk Baduy  yang sampai sekarang masih  terus menjaga anggota pemukimannya. Hanya karena sebanyak 40 keturunan keluarga dari pengawal istana Pakuan maka anggota yang tidak terpilih harus pindah ke pemukiman Baduy Luar.

Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: