IDIOM EXPRESSION PART II

 

IDIOM EXPRESSION PART II

In the deep water Dalam masalah besar
Kill time Mengisi waktu
Neck and neck Bergandengan
Out of truck Keluar jalur
Out of date Kadaluarsa
Wet blanket Pengganggu
Wise guy Sombomg
Come in handy Bermanfaat
Come by Datang Lagi

EXPRESSION PART I

1 Busy body Mau tahu aja
2 Cross my heart Percayalah padaku
3 Do tell ? Lantas ?
4 Don’t ask me Jgn Tanya aku dong
5 Don’t fuck with me Jgn macam2 sama aku
6 Don’t push your luck Jgn paksa aku
7 Don’t rush me Jgn paksa kau dong
8 Don’t tell me what to do Jgn ngatur aku dong
9 Everything has been over Semuanya udah berakhir
10 First came first serve Yg duluan dateng yg dilayani Lagi

OBJEK MATERIAL PENGAWASAN PRODUK GIRO WADIAH DAN MUDHARABAH

Oleh: Ahmad Ridwan

Resensi dari Buku : Audit & Pengawasan Syariah pada Bank Syariah

Penulis : Muhammad( Praktisi Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah)

 

Pada dasarnya objek pengawasan syariah merupakan produk-produk yang dikembangkan dan dijalankan oleh Bank Syariah. Produk tersebut dapat diklasifikasikan menjadi produk pengumpulan dana, produk penyaluran dana dan produk pelayanan jasa keuangan. Masing-masing produk yang dijalankan harus sesuai dengan ketentuan Prinsip  Syariah.

PRODUK PENGUMPULAN DANA

Penghimpunan dana merupakan suatu upaya untuk menyediakan pembiayaan yang seimbang dan sehat di PBR Syariah. Oleh sebab itu perlu adanya kebijakan standar operasional penghimpunan dana yang mengacu pada undang-undang perbankan, peraturan Bank Indonesia, fatwa Dewan Syariah Nasional serta tidak bertentangan dengan Syariah Islam.

Setiap penerimaan dana pihak ke tiga merupakan amanah yang harus dijaga keamanan dan kemaslahatannya bagi pemilik dana bank. Oleh karena itu setiap proses perhimpunan dan penerimaan dana harus dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan Bank Indonesia, fatwa DSN maupun Peraturan Intern Bank yang didasarkan pada asas penerimaan dana sebagai berikut: Lagi

DEWAN PENGAWASAN SYARIAH (Dasar Hukum, Persyaratan Anggota, Serta Tugas Dan Wewenangnya)

Oleh: Ahmad Ridwan

Resensi dari Buku : Audit & Pengawasan Syariah pada Bank Syariah

Penulis : Muhammad( Praktisi Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah)

 

DASAR HUKUM

  1. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 6/17/PBI/2004 tanggal 1 Juli 2004 tentang Perkreditan Rakyat berdasarkan Prinsip Syariah.
  2. Peraturan Bank Indonesia No.6/24/PBI/2004 tanggal 14 Oktober tentang Bank Umum  yang melaksanakan kegiatan usaha yang berdasarkan Prinsip Syariah yang lalu di ubah dengan Peraturan Bank Indonesia  No.7/35/PBI/2005 tanggal 29 September 2005 tentang Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha yang berdasarkan Prinsip Syariah.
  3. Peraturan Bank Indonesia No.8/3/PBI/2006 tanggal 30 Januari tentang perubahan kegiatan usaha Bank Umum Konvensional menjadi Bank Umum yang melaksanakan  kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah dan Pembukaan Kantor Bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah oleh Bank Umum Konvensional.

Semua Peraturan Bank Indonesia (PBI) tersebut  mewajibkan setiap Bank Syariah harus memiliki Dewan Pengawasan Syariah (DPS).

Lagi

DAILY ACTIVITIES Part I

Wake up/bangun mata saja                              Get up early morning/bangun pagi sekali

Wash my face/cuci muka                                Take a ritual ablution/berwudlu

Pray subuh together/sholat subuh berjamaah   Reciting Al-Qur’an/membaca Al-Qur’an

Memorize study/menghafal pelajaran              Exercise every morning/olahraga setiap pagi

Go to toilet/ke toilet                                         Take a leek/pie/ buang air kecil

Take a dumb/buang air besar                           Slash = menyiram setelah BAB

Go to bathroom/ke kamar mandi                     Take a shower/mandi pakai shower Lagi

MENGENAL KATA TANYA (QUESTIONS WORDS )

  1. What // apa = menanyakan benda / kerja

What color = warna apa ?

What time = jam berapa ?

What date = tanggal berapa ?

What day = hari apa ?

What month = bulan apa ?

What year = tahun berapa ?

What kind of (bendanya) = jenis …. Apa?

What sort of (bendanya) = jenis … apa ? Lagi

PERKEMBANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIA

Oleh: Ahmad Ridwan

Resensi dari Buku : Bank Syariah Dari Teori Ke Praktek

Penulis : Muhammad Syafi’i Antonio

Perkembangan Bank Syariah di Negara-negara Islam seperti Finasial Islamic Bank di Mesir, Kuwait Finance House di Kuwait, Dubai Islamic Bank, Jordan Islamic Bank for Finance and Investment berpengaruh besar pada Negara Indonesia. Dimulai pada tahun 1980-an diskusi mengenai pembentukan Bank Syariah di Indonesia sebagai bentuk perekonomian Islam mulai dilakukan. Para tokoh yang terlibat dalam kajian itu antara lain :

  1. Karnaen A.Perwataatmadja, M.
  2. Dawam Rahardjo, A.M.
  3. Saefuddin,M.
  4. Amien Azis, dan lain-lain.

Sebagai awal uji coba dalan skala relatif terbatas dibentuklah Baitul Tamwil – Salman di Bandung yang sempat tumbuh mengenaskan dan di Jakarta dibentuk lembaga serupa dalam bentuk koperasi yaitu Koperasi Ridho Gusti. Namun, prakarsa lebih khusus untuk mendirikan Bank Islam di Indonesia baru dilakukan pada tahun 1990. Diawali dengan diadakannya lokakarya Bunga Bank dan Perbankan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat oleh Majelis Ulama Indonesia pada tanggal 18-20 Agustus 1990 dan hasil lokakarya tersebut dibahas lebih lanjut pada Musyawarah Nasional IV MUI yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya Jakarta 22-25 Agustus 1990 yang menghasilkan  dibentuknya kelompok kerja untuk mendidirkan Bank Islam di Indonesia berdasarkan amanat MUNAS IV MUI dan kelompok kerja perbankan tersebut akhirnya terbentuklah Bank Muamalat Indonesia. Lagi

MENGENAL BANK SYARIAH (Urgensi, Klasifikasi, Prinsip-Prinsip Dasar Serta Jenis Usaha Bank Syariah)

Oleh: Ahmad Ridwan

Resensi dari Buku : Audit & Pengawasan Syariah pada Bank Syariah

Penulis : Muhammad( Praktisi Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah)

 Berkembangnya pemikiran, diskusi serta pengkajian tentang Ekonomi Islam, telah berpengaruh besar terhadap pertumbuhan sistem bisnis berdasarkan Syariah pada umumnya dan Bank Syariah pada khususnya. Keberadaan Bank Syariah ini telah banyak di ujicobakan dibeberapa Negara seperti Irak, Pakistan, Kuwait, Sudan dan Malaysia sehingga berpengaruh ke Indonesia.

Agar diketahui betapa pentingnya Bank Syariah secara utuh dan benar, maka pada pembahasan ini akan dibahas tentang; Urgensi Bank Syariah, Prinsip-Prinsip Dasar Operasional Bank Syariah serta jenis usaha Bank Syariah. Lagi

Karakteristik Dakwah Di Pedesaan

Di Susun oleh :

Ahmad Ridwan

(Mata Kuliah Perbandingan Sistem Dakwah)

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Jurusan Ilmu Agama Islam

Universitas Negeri Jakarta 2010

PENDAHULUAN

Dakwah merupakan hal terpenting dalam ajaran agama, karena dengan berdakwah ajaran agama dapat dilestarikan dan tidak akan hilang. Karena pentingnya dakwah bagi keberlangsungan ajaran agama maka hal ini menjadi perhatian penting untuk bisa mengetahui tata cara dakwah  yang efektif sehingga dakwah bisa diterima di seluruh aspek masyarakat. Ayat-Ayat Yang Memerintahkan Berdakwah adalah:

Firman Allah, “Demi Masa, Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al Ashr: 1-4) Lagi

Dualisme Ditengah Tren Hadhromautisme (Observasi Lapangan Terhadap Majelis Gubah Al-Hadad Tanjung Priok)

Disusun Oleh:

Mahasiswa Jurusan Ilmu Agama Islam

Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Negeri Jakarta 2010

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. LATAR BELAKANG

Dalam masyarakat yang modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan rural community, dan urban community. Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapapun kecilnya suatu desa pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Sebaliknya pada masyarakat bersahaja pengaruh dari kota relatif tidak ada. Pembedaan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan, pada hakikatnya bersifat gradual. Agak sulit memberikan batasan apa yang dimaksud dengan perkotaan, oleh karena itu adanya hubungan antara konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisme.[1]

Diantara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan munculah kelompok-kelompok kecil (small group). Hal ini disebabkan karena manusia mungkin tidak mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama, manusia memerlukan perlindungan dari rekan-rekannya, manusia mempunyai kemampuan yang terbatas di dalam pergaulan hidup dan lain sebagainya. Keadaan yang demikianlah yang menyebabkan timbulnya small group. Kelompok kecil pada hakekatnya merupakan sel yang menggerakkan suatu organisme yang dinamakan masyarakat, dengan mempelajari sel-sel tersebut dapat diketahui sumber-sumber gerak masyarakat.[2] Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.