PERKEMBANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIA

Oleh: Ahmad Ridwan

Resensi dari Buku : Bank Syariah Dari Teori Ke Praktek

Penulis : Muhammad Syafi’i Antonio

Perkembangan Bank Syariah di Negara-negara Islam seperti Finasial Islamic Bank di Mesir, Kuwait Finance House di Kuwait, Dubai Islamic Bank, Jordan Islamic Bank for Finance and Investment berpengaruh besar pada Negara Indonesia. Dimulai pada tahun 1980-an diskusi mengenai pembentukan Bank Syariah di Indonesia sebagai bentuk perekonomian Islam mulai dilakukan. Para tokoh yang terlibat dalam kajian itu antara lain :

  1. Karnaen A.Perwataatmadja, M.
  2. Dawam Rahardjo, A.M.
  3. Saefuddin,M.
  4. Amien Azis, dan lain-lain.

Sebagai awal uji coba dalan skala relatif terbatas dibentuklah Baitul Tamwil – Salman di Bandung yang sempat tumbuh mengenaskan dan di Jakarta dibentuk lembaga serupa dalam bentuk koperasi yaitu Koperasi Ridho Gusti. Namun, prakarsa lebih khusus untuk mendirikan Bank Islam di Indonesia baru dilakukan pada tahun 1990. Diawali dengan diadakannya lokakarya Bunga Bank dan Perbankan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat oleh Majelis Ulama Indonesia pada tanggal 18-20 Agustus 1990 dan hasil lokakarya tersebut dibahas lebih lanjut pada Musyawarah Nasional IV MUI yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya Jakarta 22-25 Agustus 1990 yang menghasilkan  dibentuknya kelompok kerja untuk mendidirkan Bank Islam di Indonesia berdasarkan amanat MUNAS IV MUI dan kelompok kerja perbankan tersebut akhirnya terbentuklah Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia sebagai pelopor Bank Syariah Islam pertama di Indonesia lahir sebagai hasil Kerja Tim Perbankan MUI tersebut. Akte pendirian PT. Bank Muamalat Indonesia ditandatangani pada tanggal 1 November 1991. Pada awal penandatanganan akte pendirian Bank ini terkumpul komitmen pembelian saham sebanyak Rp 84 miliar.

Pada tanggal 3 November 1991, dalam acara silaturahmi presiden di istana Bogor, dapat dipenuhi dengan total komitmen modal setor awal sebesar Rp 106.126.382.000,-. Dengan modal awal tersebut pada tanggal 1 Mei 1992 Bank Muamalat Indonesia mulai beroperasi, hingga September 1999 Bank Muamalat Indonesia telah memiliki lebih 45 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung , Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Makasar.

Namun yang perlu diketahui pada awal pendirian Bank Muamalat Indonesia, keberadaan Bank Syariah ini belum mendapat perhatian yang optimal dari tatanan Industri Perbankan Nasional. Landasan hukum operasi yang menggunakan sistem syariah ini hanya dikatagorikan sebagai “Bank dengan Sistem Bagi Hasil” karena tidak terdapat landasan hukum Syariah secara rinci serta jenis-jenis usaha yang diperbolehkan bank. Hal ini sangat jelas tercermin dari UU No. 7 Tahun 1992 yang menyimpulkan bahwa pembahasan perbankan dengan sistem bagi hasil diuraikan hanya sepintas dan merupakan “sisipan” belaka.

Pada Era Reformasi dengan disetujuinya UU No. 10 Tahun 1998 perkembangan Perbankan Syariah mulai membaik pasalnya dalam UU tersebut diatur secara rinci landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh Bank Syariah. Undang-undang tersebut juga memberikan arahan bagi Bank Konvensional untuk membuka cabang Syariah atau bahkan mengkonversi diri secara total menjadi Bank Syariah. Hal tersebut ternyata direspon secara antusias oleh masyarakat perbankan. Sejumlah bank mulai memberikan pelatihan dalam bidang perbankan syariah bagi stafnya. Sebagian Bank Konvensional tersebut ingin mengembangkan institusinya dalam membuka divisi atau cabang Syariah. Sebagian lainnya bahkan berencana mengkonversi diri sepenuhnya menjadi Bank Syariah. Hal demikian diantisipasi oleh Bank Indonesia dengan mengadakan “Pelatihan Perbankan Syariah” bagi para pejabat Bank Indonesia dari seluruh bagian perbankan, terutama aparat yang berkaitan langsung seperti DPNP (Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan), Kredit, Pengawasan, Akuntansi, Riset, dan Moneter.

Pelopor kedua Bank Syariah di Indonesia adalah Bank Syariah Mandiri (BSM). Bank Syariah Mandiri merupakan Bank milik pemerintah pertama yang melandaskan operasional pada Prinsip Syariah. Secara struktural, BSM berasal dari Bank Susila Bakti (BSB), sebagai salah satu anak perusahaan di lingkungan Bank Mandiri yang kemudian dikonversikan menjadi Bank Syariah secara utuh. Dalam rangka melancarkan proses konversi menjadi  Bank Syariah BSM menjalin kerjasama dengan Tazkia Institute terutama dalam bidang pelatihan dan pendampingan konversi.

Sebagai salah satu Bank yang dimiliki oleh Bank Mandiri yang memiliki aset ratusan triliun dan networking yang sangat luas, Bank Syariah Mandiri memiliki beberapa keunggulan komparatif dibandingkan pendahulunya. Demikian juga perkembangan politik terakhir di Aceh menjadi blessing in disguise bagi Bank Syariah Mandiri. Hal ini karena Bank Syariah Mandiri menyerahkan seluruh cabang Bank Mandiri yang ada di  Aceh kepada Bank Syariah Mandiri untuk dikelola secara Sistem Syariah. Hal  ini jelas akan meningkatkan secara pesat aset Bank Syariah Mandiri dari posisi pada akhir tahun 1999 sejumlah Rp 400 miliar menjadi di atas 2 hingga 3 triliun. Perkembangan ini diikuti pula dengan peningkatan jumlah cabang Bank Syariah Mandiri dari 8 cabang menjadi 20 cabang.

Setelah terbentuknya Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri dan antusias masyarakat terhadap adanya Bank yang memakai Sistem Islam. Maka berbagai Bank Konvensional lainnya mengikuti jejak untuk membuka cabang Bank Syariah di institusinya. Dibawah ini adalah data pada November tahun 2000 yang menjelaskan peningkatan perkembangan Bank Syariah di Indonesia,

  1. Bank IFI membuka cabang Syariah pada 28 Juni 1999.
  2. Bank BNI telah membuka 5 cabang Syariah.
  3. Bank BTN akan membuka cabang Bank Syariah.
  4. Bank Mega akan mengkonversi satu anak Bank Konvensionalnya menjadi Bank Syariah.
  5. Bank BRI telah membuka cabang Syariah.
  6. Bank BUKOPIN telah melakukan konversi menjadi Bank Syariah di cabang Aceh.
  7. BPD JABAR telah membuka cabang Syariah di Bandung.
  8. BPD Aceh tengah menyiapkan SDM untuk konversi cabang Syariah.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: