PANDANGAN QURAN TENTANG SAINS

PANDANGAN QURAN TENTANG SAINS

( ayat-ayat dalam Quran mengenai geologi )

Oleh: Istiqlal H Pridityo

Mahasiswa Jurusan IAI Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

  1. I. PENDAHULUAN

Al quran merupakan  pedoman yang disediakan oleh Allah kepada umat manusia disamping sunnah-sunnah rasul. Karena Al quran kitab suci yang universal dan berlaku sepanjang massa, maka Al quran dituntut untuk harus membuktikan keuniversalannya, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang ada saat ini.

Al quran diturunkan bukan hanya semata-mata sebagai huda (petunjuk), tapi setidaknya Al quran diturunkan memiliki 3 fungsi, yaitu sebagai huda, atau petunjuk bagi manusia; sebagai bayyinah, atau penjelasan mengenai petunjuk itu; serta sebagai furqan, atau pembeda antara yang haq dan yang bathil.[1]

Sebelum masuk kepada pembahasan, terlebih dahulu kita melihat ayat yang pertama diturunkan (iqra’), kata iqra’ dalam bahasa artinya “bacalah” namun jika kita dapat menafsirkannya secara lebih dalam kata iqra’ memiliki arti yang lebih luas, yaitu sebagai kata perintah yang memerintahkan kepada kita untuk dapat membaca, meneliti dan memahami segala macam yang terdapat dibumi, dengan kata lain sebenarnya Al quran memerintahkan kepada kita untuk belajar dan berusaha menggali segala macam ilmu pengetahuan yang terdapat di dalam bumi ini.

Akal dan IPTEK dalam Al quran memiliki kedudukan yang tinggi, karena akal dan perintah menuntut ilmu bukan hanya sebagai ajaran teori semata, namun ajaran tersebut harus benar-benar diamalkan dan dilaksanakan, dalam Al quran surat Al-A’raf ayat 179 Allah berfirman:

“sesungguhnya kami ciptakan bagi neraka banyak jin dan manusia, mereka mempunyai kalbu (akal) yang dengannya mereka tidak dapat memahami, mempunyai mata yang dengannya mereka tidak melihat dan mempunyai telinga yang dengannya mereka tidak mendengar; mereka seperti binatang bahkan lebih sesat lagi; merekalah orang yang lalai ( 7 : 179), dan dalam surat yang lain Allah berfirman:

“Apakah mereka tidak melakukan perjalanan dipermukaan bumi dan mereka mempunyai kalbu untuk memahami atau telinga untuk mendengar, sesungguhnya bukanlah mata yang buta, tetapi kalbu di dalam dadalah yang buta ( Al-Hajj : 46)[2]

dari dua ayat diatas dapat kita tafsirkan bahwa kedudukan akal dalam quran sangatlah tinggi, hal ini bisa dilihat dari ancaman quran terhadap orang-orang yang tidak menggunakan akalnya dengan baik, hal tersebut juga menjadi bukti bahwa Al-quran tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan, malah quran menyuruh kepada seluruh manusia agar memperhatikan hal-hal yang terdapa di alam semesta ini.

Dengan akal manusia dapat mempelajari seluruh IPTEK yang ada di muka bumi, maka dari itu quran memerintahkan kepada umat muslim agar mereka menggunakan akal dengan sebaik-baiknya karena dengan menggunakan akal secara maksimal dapat mengantarkannya menjadi khairu an-nas.

Dalam Al quran sendiri terkandung berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat kita gali dan kita dalami secara ilmiah agar dapat diambil manfaatnya, beberapa ilmu pengetahuan yang terdapat dalam Al quran adalah yang berhubungan dengan ilmu filsafat, matematika, biologi, ekonomi, strategi dan kepemimpinan serta ilmu geologi.

  1. II. AYAT-AYAT QURAN MENGENAI GEOLOGI

Sseperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa quran sangat menghargai akal, dalam quran tidak sedikit ayat-ayat yang menganjurkan dan mendorong manusia supaya banyak berfikir dan mempergunakan akal. Seperti pada ayat yang pertama kali turun terdapat kata-kata membaca, mengajar, pena dan mengetahui. Kata-kata tersebut erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan, ayat tersebut turun dengan berbentuk kalimat perintah, sehingga dapat dipahami bahwa itu adalah perintah kepada manusia untuk menggunakan akal dan mendapatkan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya.

Kata-kata dalam quran banyak menggunakan kata tafakkarun, tadabbarun, ta’qilun. Kata-kata itu seperti sebuah kata kunci untuk memerintahkan manusia menggunakan akalnya.

Dalam banyak ayat, Al quran banyak memberikan indikasi tentang jagat raya dengan segala bagian-bagiannya dan juga berbagai fenomena di dalam jagat raya yang multidimensional, isyarat-isyarat itu menunjukan bukti atas kekuasaan Allah yang tidak terbatas, dan juga hal tesebut sebagai argumentasi terhadap orang-orang kafir, musyrik dan kaum skeptis. Dan juga kenapa quran tidak menjelaskan tentang ilmu pengetahuan secara langsung? Hal tersebut dikarenakan dua sebab, pertama, bahwa quran pada dasarnya adalah kitab hidayah, akidah, ibadah, akhlak dan muamalah, kedua, bahwa mengkaji alam semesta, meneliti sunnatullah yang ada di jagat raya, memfungsikan ilmu pengetahuan dan sunnatullah dalam membangun kehidupan, telah meninggalkan kesulitan bagi ijtihad manusia lewat observasi. Namun demikian, meskipun quran memberikan derajat yang tinggi pada akal dan menyuruh kepada manusia untuk mengeksplorasi segala macam ilmu yang ada, manusia juga harus memikirkan keseimbangan alam ini, jangan sampai gara-gara ingin memiliki peradaban yang maju manusia tidak menjaga alam ini, hal ini telah diperingatkan oleh Allah dalam salah satu ayatnya yang artinya “janganlah kalian merusak bumi”, ayat tersebut merupakan rambu-rambu dari Allah untuk tetap mengeksplorasi segala macam ilmu namun pada koridornya.

Al quran banyak memaparkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan alam semesta bukan sekedar untuk bercerita semata, namun Al quran memaparkan semua ini dengan tujuan agar kaum muslimin memahami dan memanfaatkan apa-apa yang telah disampaikan oleh Al quran, setidaknya terdapat 461 ayat kauniyah di dalam Al quran yang membicarakan tentang bumi.[3]

Ayat-ayat dalam quran yang menyangkut tentang masalah geologi dapat diklasifikasikan menjadi 1, antara lain:

  1. Yang menyuruh manusia untuk berjalan dimuka bumi dan meneliti bagaimana awal dari penciptaan bumi.
  2. Yang menunujukkan bagai mana bentuk, gerak dan asal-usul bumi.
  3. Yang menjelaskan bahwa setiap besi yang terdapat di bumi telah diturunkan dari langit.
  4. Yang menjelaskan bahwa dimuka bumi terdapat tumbuh-tumbuhan, dan hal itu merupakan sifat yang fundamental bagi planet yang kita huni ini.
  5. Yang membicarakan tentang berbagai fenomena laut beserta isinya.
  6. Yang berbicara mengenai gunung yang memiliki sifat sebagai pasak bumi.
  7. Yang membicarakan tentang proses pertumbuhan kulit bumi yang terdiri dari air dan udara.
  8. Yang membicarakan tentang bagaimana struktur permukaan bumi yang terdiri dari tanah, sungai, lembah dll.
  9. Yang menjelaskan tentang proses penciptaan bumi yang melewati beberapa fase.
  10. Yang menjelaskan tentang hujan.
  11. Serta ayat-ayat yang menjelaskan tentang akhir atau kehancuran dari bumi.

Berikut ini adalah contoh ayat-ayat yang menjelaskan tentang bumi:

QS An-Naml ( 27:88) ( the dynamic of earth)

yang menerangkan bagaimana Allah menjadikan gunung-gunung dapat berjalan bagaikan awan sehingga membuat bumi tetap kokoh sedangkan manusia tidak mengetahui. Hal itu karena, Allah menyempurnakan segala ciptaannya dan menyimpan hikmah di dalamnya supaya manusia dapat mempelajari dan mencari tahu apa fungsinya.

QS Faathir (35:27)

Yang menjelaskan tentang berkah yang diturunkan oleh Allah berupa hujan yang dari hujan tersebut Allah menumbuhkan beraneka macam bentuk kehidupan, dan juga Allah mengingatkan kepada manusia akan kekuasaan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu dan bermacam-macam variasi hanya dari satu bahan yaitu air.

QS Al Haaqqah (69:14) ( tectonic activity?)

Ayat ini menerangkan tentang bagaimana akhir dunia itu terjadi dan bagaimana Allah mengangkat gunung-gunung serta dibenturkannya gunung-gunung tersebut, dan juga itu adalah sebagai pengingat kepada manusia agar mereka lebih beribadah kepada-Nya.

  1. III. GUNUNG DALAM KAJIAN QURAN DAN ILMU MODERN

Dalam sains modern, gunung merupakan bagian dari kerak bumi yang sangat tebal yang dihasilkan dari berbagai macam proses. Dalam kajian ilmiah ada dua hipotesis utama yang menjelaskan tentang formasi dan pembentukan gunung. Pertama, tektonik secara vertikal, hipotesis ini menyatakan gerakan vertikal lebih banyak terjadi pada kerak bumi. Kedua, tektonik secara horisontal, hipotesis ini menjelaskan bahwa sebagian besar gerakan tanah yang menyebabkan pembentukan gunung bersifat horisontal dan secara langsung berhubungan dengan lempengan tektonik dan apungan benua (drifting continent).

Dalam kajian ilmiah gunung hanyalah sebuah landform yang sangat tinggi yang terbentuk dari lempengan-lempengan tektonik, namun quran dalam menjelaskan tentang gunung memiliki pandangan yang berbeda, quran mengungkapkan bahwa gunung sebagai stabilisator bumi yang menjaga agar bumi tidak bergerak dan bergeser, sehingga quran menyatakan bahwa gunung sebagai pasak bumi yang menjulang dari atas hingga kebawah (kerak bumi).

Terdapat ayat-ayat yang menjelaskan bahwa gunung adalah sebagai pasak bumi, hal ini bisa dilihat di dalam surat an-Naba ayat 6-7 yang artinya:

“bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak”

dari ayat ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa gunung memiliki fungsi sebagai tiang pancang bagi bumi, jika dalam ilmu modern para ilmuan lebih menggunakan kata akar untuk menggambarkan bagian bawah gunung, padahal secara bahasa istilah tiang pancang atau pasak lebih baik dari pada istilah akar.

Dan juga terdapat ayat-ayat yang menjelaskan bahwa gunung sebagai stabilisator bagi bumi, yaitu pada surat Ar-Ruum ayat 33, yang artinya:

“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya, ia memancarkan dari padanya mata airnya, dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung dipancangkan-Nya dengan teguh untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”

dari ayat di atas jelas dikatakan bahwa dari gunung-gunung tersebut terpancar mata air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dan segala bentuk kehidupan yang ada, hal tersebut merupakan salah satu fungsi gunung sebagai stabilisator untuk bumi, yaitu sebagai penjaga kelangsungan kehidupan.

dan fakta yang diungkapkan oleh Al quran selama kurang lebih 1400 tahun yang lalu baru dapat diungkapkan pada pertengahan abad ke-19 oleh seorang ilmuan bernama George Airy (1865), hal tersebut ketika ia menyadari bahwa massa gunung yang berada diatas permukaan laut diganti dengan defisiensi massa dalam bentuk akar utama yang menopang gunung tersebut.

  1. IV. KESIMPULAN

Dalam quran terdapat banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan tentang berbagai macam ilmu, baik itu ilmu agama maupun ilmu umum, sehingga jika dikatakan bahwa quran berlaku sepanjang zaman maka hal tersebut adalah benar, karena dalam quran terdapat ilmu-ilmu yang sebenarnya telah lama diungkapkan oleh quran, namun baru dapat dijelaskan oleh manusia ratusan tahun kemudian, sehingga kita selaku generasi muda muslim seharusnya mempelajari quran tidakhannyamempelajari tentang tata bahasa semata, namun kita juga harus bisa mengungkap ilmu-ilmu yang ada didalamnya untuk dimanfaatkan dalam kehidupan kita.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Tafsir Ibn Katsir, Gema Insani Press, Jakarta 1999.

As Shouwy, Ahmad et. al., Gema Insani Press, jakarta 1997.

http://afitchan.multiply.com/journal/item/24/Ayat-Ayat_Quran_yang_Berhubungan_dengan_Geologi

Nasution, Harun, Akal dan Wahyu dalam Islam, UI-Press, Jakarta 1982.


[1] Sambutan Wakil Presiden RI pada peresmian pembukaan seminar internasional VI “Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang IPTEK”

[2] Harun Nasution, Akal dan Wahyu dalam Islam, UI-Press Jakarta 1982, hal. 5.

[3] Ahmad As Shouwy…(et. al.), “MUKJIZAT AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH TENTANG IPTEK”, Gema Insani Perss, Jakarta 1997, cetakan ketiga, hal. 120.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: