Karakteristik Dakwah Di Pedesaan

Karakteristik Dakwah Di Pedesaan

Ahmad Ridwan

(Mata Kuliah Perbandingan Sistem Dakwah)

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Jurusan Ilmu Agama Islam

Universitas Negeri Jakarta 2010


PENDAHULUAN

Dakwah merupakan hal terpenting dalam ajaran agama, karena dengan berdakwah ajaran agama dapat dilestarikan dan tidak akan hilang. Karena pentingnya dakwah bagi keberlangsungan ajaran agama maka hal ini menjadi perhatian penting untuk bisa mengetahui tata cara dakwah  yang efektif sehingga dakwah bisa diterima di seluruh aspek masyarakat. Ayat-Ayat Yang Memerintahkan Berdakwah adalah:

Firman Allah, “Demi Masa, Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al Ashr: 1-4)

Dakwah yang efektif  yaitu dakwah yang berhasil dari segi pendakwahnya, materi dakwahnya dan para pemdengar dakwah itu sendiri. Ketiga komponen tersebut harus selalu berkaitan agar  inti dari dakwah tersebut dapat disampaikan secara jelas dan tepat serta tidak mengandung kesalahpahaman antara penda’i, mad’u dan isi dakwah itu sendiri.

Dalam makalah ini saya akan mecoba membahas tentang satu aspek dalam berdakwah, di makalah  ini saya mencoba menjelaskan karekteristik dakwah di daerah pedesaan. Namun sebelum itu kami akan menbahas sekelumit tentang keadaan social kemasyarakatan di pedesaan yang pasti berbeda dengan keadaan social kemasyarakatan di daerah kota. Hal ini akan sangat mempengaruhi bagaimana metode dan materi yang efektif yang harus dipakai oleh penda’i untuk bisa menyampaikan dakwahnya secara tepat.

Selain itu, ada faktor psikologis yang harus kami bahas untuk membantu pembahasan kami terutama pada psikologim dakwah tentang citra da’I dan dakwah persuasi. Karena hal ini sangat terakit erat dalam setiap penyampaian suatu dakwah.. semoga dengan makalah ini dapat menambah wawasan kita tentang perbandingan sistem dakwah. Selamat membaca.


PEMBAHASAN

A. Kondisi Kemasyarakatan Di Pedesaan

Desa, kampung atau dusun merupakan area pemukiman yang biasa terletak di daerah dataran tinggi dan jauh dari keramaian kota, dengan mata pencaharian yang relatif sama antar warganya seperti bertani, nelayan  dan berternak (lebih mengutamanakn potensi alam), dan sangat bersifat toleran dalam arti sagat mementingkan aspek kebersamaan dan kekeluargaan antar sesama warga di desanya. Dibawah ini merupakan beberapa ciri-ciri masyarakat pedesaan yang akan berkaitan erat dengan penggunaan metode dakwah yang efektif di pedesaan.

Ciri-ciri masyarakat pedesaan:

1. Letaknya relatif jauh dari kota dan bersifat rural.

2. Lingkungan alam masih besar peranan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat pedesaan

3. Mata pencaharian bercorak agraris dan relatif  homogen (bertani, beternak, nelayan, dll)

4. Corak kehidupan sosialnya bersifat gemain schaft (paguyuban dan memiliki community sentiment yang kuat)

5. Keadaan penduduk (asal-usul), tingkat ekonomi, pendidikan dan kebudayaannya relatif homogen.

6. Interaksi sosial antar warga desa lebih intim dan langgeng serta bersifat familistik

7. Memiliki keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan leluhurnya

8. Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebersamaan / gotong royong kekeluargaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan social.

9. Jumlah warganya relatif kecil dengan penguasaan IPTEK relatif rendah, sehingga produksi barang dan jasa relatif juga rendah

10. Pembagian kerja dan spesialisasi belum banyak dikenal, sehingga deferensiasi sosial masih sedikit

11. Kehidupan sosial budayanya bersifat statis, dan monoton dengan tingkat perkembangan yang lamban.

12. Masyarakatnya kurang terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib, dan sulit menerima unsur-unsur baru

13. Memiliki sistem nilai budaya (aturan moral) yang mengikat dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya tidak tertulis

14. Penduduk desa bersifat konservatif, tetapi sangat loyal kepada pemimpinnya dan menjunjung tinggi tata nilai dan norma-norma ang berlaku.

Sedangkan Menurut Landis ( ilmuan sosiologis), terdapat beberapa karateristik masyarakat desa yang perlu dipahami, antara lain yaitu

1. Umumnya mereka curiga terhadap orang luar yang masuk

2. Para orang tua umumya otoriter terhadap anak-anaknya

3. Cara berfkir dan sikapnya konservatif dan statis

4. Mereka amat toleran terhadap nilai-nlai budayanya sendiri, sehingga kurang toleran terhadap budaya lain

5. Adanya sikap pasrah menerima nasib dan kurang kompetitif

6. Memiliki sikap  kurang komunikatif dengan kelompok sosial diatasnya.

Seluruh ciri atau karakteristik masyarakat pedesaan di atas sangat berpengaruh terhadap konsep berdakwah di pedesaan. Bagaimana seorang da’i dapat menyesuaikan metode dakwahnya dengan keadaan masyarakata pedesaan yang cenderung menerima sikap pasrah dan kurang komunikatif dengan arang golongan diatasya (orang kaya). Hal ini akan kami bahas dalam pembahasan kami selanjutnya.

B. Karakteristirk Dakwah di Pedesaan

Setelah kami teliti dengan melihat ciri-ciri keadaan kemasyarakatan di pedesaan dengan menggunakan contoh Desa Rancapadu diatas, ada beberapa karakteristik dakwah di daerah pedesaan antara lain yaitu :

1. Metode dakwah yang biasa dilakukan di pedesaan biasanya secara langsung misalnya dengan pengajian, tabliq akbar dan face to face, hal ini disebabkan karena waktu  dan rutinitas yang dilakukan orang pedesaan relative masih rendah atau masih banyak waktu kosong serta sikap individualismenya masih rendah. Dan menjadikan masjid atau musholah sebagai tempat utama dalam berdakwah serta pesantren sebagai tempat utama untuk pendidikan anaknya.

2. Dari aspek panda’i biasanya cenderung lebih bersifat otoriter dalam hal penyampaian materi dakwahnya, hal ini karena sifat mad’u nya yang pasif dan mudah menerima bukan kritikal sehingga dengan sikap otoriter membuat mad’u mudah menerima apasaja yang disampaikan oleh da’i.

3. Materi dakwah di pedesaan biasanya lebih bersifat agamis contohnya seperti: ibadah, fikih, akhlak dan muamalah. Masyarakat pedesaan tidak begitu suka dengan materi dakwah yang disangkutpautkan dengan ilmu teknilogi ataupun politik negara.

4. Citra da’i menjadi hal yang sangat penting dalam menyampaikan dakwah di pedesaan dibandingkan dengan isi dakwah itu sendiri karena sifat masyarakat desa yang sangat menghargai orang-orang yang berilmu dan jiwa sosialitasnyatasnya yang tinggi.

5. M,asyarakat di pedesaan lebih menyukai dakwah yang sesuai dengan tradisi mereka yang telah ada artinnya tidak mudah unutk menerima pemahaman baru yang berbeda dengan pemahaman islam yang telah ada di desa tersebut.

PENUTUP

Berdakwah yang merupakan hal terpenting dalam  menjalankan ajaran agama haruslah berjalan seefektif mungkin. Untuk melihat efektifitas berdakwah, pendakwah selayaknya mengetahui segala aspek yang mendukung berjalanya dakwah yang efektif terutama dalam aspek keadaan sosial kemasyarakatan. Karena seperti keadaan sosial di perkotaan sangat berbeda dengan keadaan sosial di masyarakat pedesaan yang menjadikan metode, materi dan sifat pendakwah pun harus berbeda menyesuaikan kondisi masyarakat yang ada.

Untuk dakwah di pedesaan dilihat dari aspek ciri-ciri masyarakat, keadaan sosial masyarakatnya  dapat disimpulakn bahwa dakwah di daerah pedesaan yang efektif haruslah: menggunakan  metode intrapersonal(langsung) dalam  meyampaikan dakwahnya, materi dakwah harus bersifat agamis seperti masalah ibadah, fikih dan akhlak, mengutamankan citra da’i, da’I harus bersifat otorites namun tetap mempunyai jiwa sosial yang  tinggi dan dakwah harus bersifat informatif  persuasif bukan yang hanya bersifat informatif saja sehingga aspek ilmu dan perbuatannya bisa dapat dilakukan oleh masyarakat desa.

Demikian makalah yang dapat saya simpulkan, semoga dapat menambah keilmuan kita semua. Dan semoga menjadi bahan diskusi yang lebih mendalam  jika ada kesalahan konsep serta pemahaman yang telah saya paparkan di makalah ini.

Wassalamualaikum wr wb

REFERENSI

Mubarok Achmad, DR. MA., Psikologi Dakwah, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1999.

http://scooteris.multiply.com/journal/ciri-ciri masyarakat desa/

http://Wikipedia.com/desa dan fungsinya/

http://jurnalstidnatsir.co.cc/pendidikan-berbasis-pesantren-membentuk masyarakat desa.html

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: