UKHWAH ISLAMIYAH DALAM PERSPEKTIF AL- QUR’AN

UKHWAH ISLAMIYAH  DALAM PERSPEKTIF  AL- QUR’AN

Oleh:  Erni Safitri

Mahasiswa Jurusan Ilmu Agama Islam

Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta


PENDAHULUAN

    Dalam  kehidupan  di dunia  ini,seorang Muslim dapat memahami adanya pandangan bahkan pendapat yang berbeda dengan pandangan agamanya, karena semua  itu  tidak  mungkin  berada  di  luar  kehendak Ilahi.
             Dalam surat AL-Hujurrat ayat 10 sangat  jelas  sekali, Allah  mengatakan  bahwa  orang- orang  muslim  itu   bersaudara, dan  memerintahkan  untuk  melakukan  hubungan  perbaikan  jika  seandainya  terjadi  kesalah  pahaman  di antara  kelompok  kaum muslimin. 
      Maka  AL-Qur’an  memberikan  contoh  dan  penyebab  keretakan  hubungan  sekaligus  melarang   setiap  muslim  melakukan  keributan.
       Oleh  karena itu, persaudaraan  harus  dibangun  serta  tumbuhnya  dalam  kehidupan   kita   sehari- hari. Untuk  menumbuhkan  ukhwah   islamiyah  bukan hal  yang  mudah.
       Dalam  makalah  ini, penulis  akan  mencoba  mengkaji ukhwah  islamiyah, secara  menyeluruh, yang  di mulai  dari  makna  ukhwah  islamiyah  serta  ayat – ayat  Al- Qur’an.
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN  UKHWAH  ISLAMIYAH  

Kata ukhuwah menurut bahasa berasal dari “akhun” artinya berserikat dengan yang lain karena kelahiran dari dua belah pihak, atau salah satunya atau karena persusuan. Lalu kata ini dipakai untuk perserikatan, persaudaraan kabilah, agama, hubungan antar manusia, kasih sayang, dan keperluan lainnya. Mufradat Alfazhil Qur’an, Al Allamah Ar-Raghib Al-Ashfahani.

Pada dengan bahasa latin Ukhuwah menurut bahasa ialah saudara  sekandung,sebapak, seibu, atau persusuan. Lalu digunakan istilah ini  untuk  kepentingan  lain, persaudaraan antara  Negara, antara  suku  dan desa lain. [1]

Dan  Ukhuwah  ( ukhuwwah ) yang  biasanya  diartikan  sebagai persaudaraan, terambil dari akar  akar  yang  mulanya  berarti  memperhatikan. Makna asal ini  memberi  kesan  bahwa  persaudaraan mengharuskan  adanya  perhatian  semua pihak  yang  merasa  bersaudara.

Boleh jadi, perhatian  itu pada mulanya lahir  karena adanya  persamaan di antara pihak-pihak  yang  bersaudara, sehingga  makna  tersebut  kemudian berkembang, dan  pada akhirnya Ukhuwah  diartikan  sebagai  setiap  persamaan  dan  keserasian  dengan  pihak  lain, maupun dari persamaan  keturunan  dari segi ibu, bapak, atau keduanya. Secara  majazi  kata  ukhwah islamiyah  persaudaraan muslim mencakup  persamaan  salah  satu  unsur  seperti suku, agama, profesi, dan perasaan. Dalam kamus- kamus bahasa arab  ditemukan  bahwa  kata  akh yang membentuk  kata  ukhuwah digunakan  juga  dengan  arti teman akrab atau sahabat.

Masyarakat  Muslim mengenal  istilah  Ukhuwwah Islamiyah  istilah  ini  perlu didudukkan  maknanya, agar  bahasan  kita  tentang  ukhuwah  tidak  mengalami kerancuan. Untuk  itu  terlebih  dahulu  perlu dilakukan  tinjauan  kebahasan  untuk  menetapkan  kedudukan  kata Islamiyah  dalam  istilah  di atas. Selama  ini  ada  kesan  bahwa  Istilah  tersebut  bermakna   persaudaraan  yang  jalin  oleh  sesama muslim, atau  dengan  kata lain, persaudaraan  antarsesama  muslim, sehingga  dengan  demikian, kata  islamiyah  dijadikan  pelaku  Ukhuwah  itu. [2]

       Pemahaman  ini  kurang  tepat. Kata  Islamiah  yang  dirangkaian  dengan  kata Ukhuwah  lebih  tepat  dipahami  sebagai  adjektifa, sehingga  ukhuwah  islamiah berarti  persaudaraan  yang  bersifat  Islami  atau  yang  diajarkan  oleh  islam. 
      Dalam  Islam  permasalahan  Ukhuwah  pun  memiliki  urgensi  nilai  tersendiri yang  sangat  kuat  dampaknya  bagi  kejayaan  Islam  hingga  keshalehan  seseorang. Tentang  hal  ini   Allah  berfirman   dalam  surat   AL- Hujjurat   ayat   10 yang  artinya  : “ Orang – orang  beriman  itu  sesungguhnya   bersaudara, sebab  itu  demikianlah  (  perbaikilah   hubungan ) antara  kedua  saudaramu  itu  dan  takutlah   terhadap  Allah, supaya   kamu  mendapat   rahmat “.
      Syaikul  Islam Ibnu  Taimiyah  berkata  ketika   menafsirkan  ayat  ini, yaitu  Ukhuwah  disini  adalah   ukhuwah   sesama  muslim, karena  orang  mukmin  di sifati  oleh  Nabi  saw, dengan  perumpaan  orang  mukmin  di dalam  kasih  sayang  mereka, belas  kasihan  mereka, kelembutan  mereka  seperti  satu  badan. (  HR. Muslim, Majmu  Fatawa  Ibnu  Taimiyah ).
       Lihatlah, betapa  agungnya  ukhuwah  yang  dilandasi  dengan  semangat  ukhuwah  islamiyah, namun  yang  perlu  di perhatikan  disini  hendaknya  belumlah  cukup  dia  sebagai  seorang  muslim ( bukan  berarti  mengeluarkannya  dari  islam) dalam   bersama  menjalin  ukhuwah  tanpa  memperhatikan  kriterianya. Tetapi  yang  harus  dan  sangat  penting  untuk  ditekankan  disini  ialah  seseorang  harus  mentauhidkan  Allah  dengan  benar  dalam  artinya  membersihkan  dari  segala  noda- noda  kotoran  perusak  kaidah, ia pun  juga  haruslah  orang  yang  memahami  dan  menjalankan  ibadah  dengan  sebaik- baiknya  dan  cara  yang  benar sesuai  tuntutan  Rasulullah  saw, yang  dengan  mereka  itulah   kita  harus  bahkan  wajib  bila  terdapat  ke semua  tersebut  bagi  seorang  muslim  yang  lain  cenderung  kepada  kekufuran  dan  dapat  membawa  saudaranya  kepada  keburukan  dan  kerusakan.
 
    
B. Ayat -  ayat  Al- Qur’an  tentang  Ukhuwah  Islamiyyah
    Ayat- ayat  Al- Qur’an  tentang  Ukhuwah  Islamiyyah diantaranya  ialah :
 
Ayat  Makiyyah
Ayat  Madaniyyah
QS. AL- Hijr : 47
QS.AN-Nisa : 23
 
QS.AL-Hujurrat :10
 
QS.AT-Taubah:11
 
QS.AL-Maidah:52
 
QS.AL-Imran :103
 
QS.AL-Baqarah:83
 
 
 
 
 
 
 
 
Bunyi  dari  ayat – ayat   yang  sudah  di sebutkan  di atas  adalah  sebagai  berikut
 

ôMtBÌhãm öNà6ø‹n=tã öNä3çG»yg¨Bé& öNä3è?$oYt/ur öNà6è?ºuqyzr&ur öNä3çG»£Jtãur öNä3çG»n=»yzur ßN$oYt/ur ˈF{$# ßN$oYt/ur ÏM÷zW{$# ãNà6çF»yg¨Bé&ur ûÓÉL»©9$# öNä3oY÷è|Êö‘r& Nà6è?ºuqyzr&ur šÆÏiB Ïpyè»|ʧ9$# àM»yg¨Bé&ur öNä3ͬ!$|¡ÎS ãNà6ç6Í´¯»t/u‘ur ÓÉL»©9$# ’Îû Nà2͑qàfãm `ÏiB ãNä3ͬ!$|¡ÎpS ÓÉL»©9$# OçFù=yzyŠ £`ÎgÎ/ bÎ*sù öN©9 (#qçRqä3s? OçFù=yzyŠ ÆÎgÎ/ Ÿxsù yy$oYã_ öNà6ø‹n=tæ ã@Í´¯»n=ymur ãNà6ͬ!$oYö/r& tûïɋ©9$# ô`ÏB öNà6Î7»n=ô¹r& br&ur (#qãèyJôfs? šú÷üt/ Èû÷ütG÷zW{$# žwÎ) $tB ô‰s% y#n=y™ 3 žcÎ) ©!$# tb%x. #Y‘qàÿxî $VJŠÏm§‘ ÇËÌÈ

ôMtBÌhãm öNà6ø‹n=tã öNä3çG»yg¨Bé& öNä3è?$oYt/ur öNà6è?ºuqyzr&ur öNä3çG»£Jtãur öNä3çG»n=»yzur ßN$oYt/ur ˈF{$# ßN$oYt/ur ÏM÷zW{$# ãNà6çF»yg¨Bé&ur ûÓÉL»©9$# öNä3oY÷è|Êö‘r& Nà6è?ºuqyzr&ur šÆÏiB Ïpyè»|ʧ9$# àM»yg¨Bé&ur öNä3ͬ!$|¡ÎS ãNà6ç6Í´¯»t/u‘ur ÓÉL»©9$# ’Îû Nà2͑qàfãm `ÏiB ãNä3ͬ!$|¡ÎpS ÓÉL»©9$# OçFù=yzyŠ £`ÎgÎ/ bÎ*sù öN©9 (#qçRqä3s? OçFù=yzyŠ ÆÎgÎ/ Ÿxsù yy$oYã_ öNà6ø‹n=tæ ã@Í´¯»n=ymur ãNà6ͬ!$oYö/r& tûïɋ©9$# ô`ÏB öNà6Î7»n=ô¹r& br&ur (#qãèyJôfs? šú÷üt/ Èû÷ütG÷zW{$# žwÎ) $tB ô‰s% y#n=y™ 3 žcÎ) ©!$# tb%x. #Y‘qàÿxî $VJŠÏm§‘ ÇËÌÈ

23. Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[281] Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama Termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.

$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹rsù tû÷üt/ ö/ä3÷ƒuqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ

10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

bÎ*sù (#qç/$s? (#qãB$s%r&ur no4qn=¢Á9$# (#âqs?#uäur no4qŸ2¨“9$# öNä3çRºuq÷zÎ*sù ’Îû Ç`ƒÏe$!$# 3 ã@Å_ÁxÿçRur ÏM»tƒFy$# 5Qöqs)Ï9 tbqßJn=ôètƒ ÇÊÊÈ

11. Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

“uŽtIsù z`ƒÏ%©!$# ’Îû NÎgÎ/qè=è% ÖÚt¨B šcqãã̍»|¡ç„ öNÍkŽÏù tbqä9qà)tƒ #Óy´øƒwU br& $oYt7ÅÁè? ×otÍ¬!#yŠ 4 Ó|¤yèsù ª!$# br& u’ÎAùtƒ Ëx÷Fxÿø9$$Î/ ÷rr& 9øBr& ô`ÏiB ¾ÍnωYÏã (#qßsÎ7óÁã‹sù 4’n?tã !$tB (#r•Ž| r& þ’Îû öNÍkŦàÿRr& šúüÏBω»tR ÇÎËÈ

52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $Yè‹ÏJy_ Ÿwur (#qè%§xÿs? 4 (#rãä.øŒ$#ur |MyJ÷èÏR «!$# öNä3ø‹n=tæ øŒÎ) ÷LäêZä. [ä!#y‰ôãr& y#©9r'sù tû÷üt/ öNä3Î/qè=è% Läêóst7ô¹r'sù ÿ¾ÏmÏFuK÷èÏZÎ/ $ZRºuq÷zÎ) ÷LäêZä.ur 4’n?tã $xÿx© ;otøÿãm z`ÏiB ͑$¨Z9$# Nä.x‹s)Rr'sù $pk÷]ÏiB 3 y7Ï9ºx‹x. ßûÎiüt6ムª!$# öNä3s9 ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷/ä3ª=yès9 tbr߉tGöksE ÇÊÉÌÈ

103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

øŒÎ)ur $tRõ‹s{r& t,»sV‹ÏB ûÓÍ_t/ Ÿ@ƒÏäÂuŽó Î) Ÿw tbr߉ç7÷ès? žwÎ) ©!$# Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $ZR$|¡ômÎ) “ÏŒur 4’n1öà)ø9$# 4’yJ»tGuŠø9$#ur ÈûüÅ6»|¡uKø9$#ur (#qä9qè%ur Ĩ$¨Y=Ï9 $YZó¡ãm (#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qŸ2¨“9$# §NèO óOçFøŠ©9uqs? žwÎ) WxŠÎ=s% öNà6ZÏiB OçFRr&ur šcqàÊ̍÷è•B ÇÑÌÈ

83. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.

Pada  ayat- ayat  diatas  menunjukkan  ayat  tentang  ukhuwah  ini, lebih  banyak  terdapat  pada  suarat  madaniyah  yang  berarti  bahwa  ayat  ini diturunkan  sesudah  Nabi  Muhammad  saw  hijrah  ke madinah, dibandingkan  dengan  surat  makiyyah  yang  berarti  bahwa  ayat  ini  diturunkan  sebelum  Nabi  Muhammad  saw  hijrah  ke madinah. Dan  masing-masing  dari  madaniyah  dan  makiyyah  ini  pengertian  Ukhwah  Islamiyah  mempunyai  perbedaan  atau  keidentifikasi  dalam  berukhwah  yang  baik  itu  terhadap  semua   orang  sesama muslim saja,  saudara  sekeluarga  atau  yang  lainnya.

Pada  surat  makiyyah  itu,  pada  umumnya  adalah  mengandung  hal-hal  yang  berhubungan   dengan  keimanan, ancaman  dan  pahala, kisah  umat  yang  terdahulu  yang  mengandung  pengajaran  budi  pekerti. Jadi,  pada  ayat  Ukhwah  islamiyah  yang  terdapat  di atas  yang  termasuk  pada  surat  makiyyah  adalah  tentang  gambaran  penghuni  surga  yang  bebas .

C. Ukhuwah  Islamiyyah  dalam  Al- Qur’an

Dalam  Al- Qur’an  kata  Akh ( saudara ) dalam  bentuk  tunggal  ditemukan  sebanyak  52 kali. Kata  ini  dapat  berarti :

1. Saudara  kandung  atau  saudara  seketurunan, seperti  pada  ayat  yang  berbicara  tentang  kewarisan, atau  keharaman  mengawini  orang- orang  tertentu, misalnya

. ôMtBÌhãm öNà6ø‹n=tã öNä3çG»yg¨Bé& öNä3è?$oYt/ur öNà6è?ºuqyzr&ur öNä3çG»£Jtãur öNä3çG»n=»yzur ßN$oYt/ur ˈF{$# ßN$oYt/ur ÏM÷zW{$# ãNà6çF»yg¨Bé&ur ûÓÉL»©9$# öNä3oY÷è|Êö‘r& Nà6è?ºuqyzr&ur šÆÏiB Ïpyè»|ʧ9$# àM»yg¨Bé&ur öNä3ͬ!$|¡ÎS ãNà6ç6Í´¯»t/u‘ur ÓÉL»©9$# ’Îû Nà2͑qàfãm `ÏiB ãNä3ͬ!$|¡ÎpS ÓÉL»©9$# OçFù=yzyŠ £`ÎgÎ/ bÎ*sù öN©9 (#qçRqä3s? OçFù=yzyŠ ÆÎgÎ/ Ÿxsù yy$oYã_ öNà6ø‹n=tæ ã@Í´¯»n=ymur ãNà6ͬ!$oYö/r& tûïɋ©9$# ô`ÏB öNà6Î7»n=ô¹r& br&ur (#qãèyJôfs? šú÷üt/ Èû÷ütG÷zW{$# žwÎ) $tB ô‰s% y#n=y™ 3 žcÎ) ©!$# tb%x. #Y‘qàÿxî $VJŠÏm§‘ ÇËÌÈ I

23. Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

( QS.An- nisa : 23 )

[281] Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama Termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.

2. Saudara  yang  di jalin oleh  ikatan  keluarga, seperti   Doa  Nabi  Musa a.s. Yang  di abadikan  Al- Qur’an.

@yèô_$#ur ’Ík< #\ƒÎ—ur ô`ÏiB ’Í?÷dr& ÇËÒÈ tbr㍻yd ÓŁr& ÇÌÉÈ

29. Dan Jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,

30. (yaitu) Harun, saudaraku. ( QS. Thaha : 29-30 ).

3. Saudara  dalam  arti  sebangsa, Walaupun  tidak  seagama, seperti  dalam firmanNya.

¨bÎ) !#x‹»yd ÓŁr& ¼çms9 Óìó¡Î@ tbqãèó¡Î@ur Zpyf÷ètR u’Í<ur ×pyf÷ètR ×oy‰Ïnºur tA$s)sù $pkŽÏYù=Ïÿø.r& ’ÎT¨“tãur ’Îû É>$sÜσø:$# ÇËÌÈ

23. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka Dia berkata: “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan Dia mengalahkan aku dalam perdebatan”.( QS. Al- A’raf : 65 ).

4. Saudara  semasyarakat,Walaupun  berselisih  paham.

* 4’n<Î)ur >Š%tæ ôMèd%s{r& #YŠqèd 3 tA$s% ÉQöqs)»tƒ (#r߉ç7ôã$# ©!$# $tB /ä3s9 ô`ÏiB >m»s9Î) ÿ¼çnçŽöxî 4 Ÿxsùr& t

bqà)­Gs? ÇÏÎÈ

65. Dan (kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” ( QS. Shadd : 23 )

5. Persaudaraan  Seagama.

$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹rsù tû÷üt/ ö/ä3÷ƒuqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ

10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. ( QS. Al – Hujurrat : 10 ).

Di atas  telah  dikemukakan  bahwa  dari  segi  bahasa, kata  nukhuwah  dapat  mencakup  berbagai  persamaan. Dari  sini  lahir  lagi  dua  macam  persaudaraan, namun  substansinya  adalah  persaudaraan. Kedua  hal  tersebut  adalah :

1. Saudara  sekemanusiaan  ( Ukhuwah  Insaniyyah )

Al- Qur’an  menyatakan   bahwa  semua  manusia diciiptakan  oleh  Allah  dari  seorang  lelaki  dan  seorang  perempuan  ( Adam dan  Hawa ) ( QS. Al- Hujurat : 13). Ini  berarti  bahwa  semua  manusia  adalah  seketurunan  dan  dengan  demikian  bersaudara.

2. Saudara  semakhluk  dan  seketundukan  Kepada  Allah.

Di atas  telah  dijelaskan  bahwa  dari  segi  bahasa  kata  akh ( saudara ) digunakan  pada  berbagai  bentuk  persamaan. Dari  sini lahir  persaudaraan  kesemakhlukan.

qèdur ª!$# ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$#’Îûur ÇÚö‘F{$# ( ãNn=÷ètƒ öNä.§Å™ öNä.tôgy_ur ãNn=÷ètƒur $tB tbqç7Å¡õ3s? ÇÌÈ

3. Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. ( QS. Al- An’am :3 ).

D. Macam – Macam  Ukhuwah  Islamiyyah

Pada  awal  pembahasan  telah  dikemukakan  arti  Ukhuwah  Islamiyyah, yakni  Ukhuwah  yang  bersifat islami  atau  diajarkan  oleh  agama  islam. Telah  dikemukakan  pula  beberapa  ayat  yang  menginsyratkan  bentuk  atau  jenis  persaudaraan  yang  disinggung  oleh  Al- Qur’an. Semuanya  dapat  disimpulkan  bahwa  persaudaraan  itu  dalam  kitab  suci  Al- Qur’an  terdiri  dari  empat  macam  antara  lain :

1. Ukhuwwah  Ubudiyyah  adalah  persaudaraan  karena  sesama  makhluk  yang  tunduk  kepada  Allah  SWT.

2. Ukhuwah  Insaniyyah  ( basyariyyah ) dalam  arti  seluruh  umat  manusia  adalah  bersaudara, karena  mereka semua  berasal  dari  seorang  ayah  dan  ibu.

3. Ukhuwwah  Wathaniyyah  wa an- nasab, yaitu  persaudaraan  dalam  keturunan  dan  kebangsaan.

4. Ukhuwwah  fi din Al- Islam, Persaudaraan  antarsesama  muslim.

Makna  dan  macam- macam  persaudaraan   tersebut  di atas  adalah  berdasarkan  pemahaman  terhadap  teks  ayat- ayat  Al- Qur’an. Ukhuwah  yang  jelas  dinyatakan  oleh  Al- Qur’an  adalah  persaudaraan  seagama  Islam, dan  persaudaraan  yang  jalinannya  bukan  karena  agama. [3]

KESIMPULAN

Ukhuwah Islamiyyah berarti  persaudaraan  yang  diambil  dari  kata  Akh  dalam  bahasa  arab. Dan  ukhuwah  ini  pada  masyarakat  muslim  dikenal  dengan  istilah  Ukhuwah  Islamiyyah. Istilah  ini  perlu didudukkan  maknanya. Untuk  itu  terlebih  dahulu  perlu  di lakukan  tinjauan  kebahasaan  untuk  menetapkan  kedudukan  kata  islamiyyah  dalam  istilah di atas.  Selama  ini  ada  kesan  bahwa  istilah  tersebut  bermakna  persaudaraan  yang  di jalin  oleh  sesama  muslim, atau  dengan  kata  yang  lain, persaudaraan  antarsesama  muslim, sehingga  dengan  demikian, kata  islamiah di jadikan  pelaku  Ukhuwah  itu.

Oleh  sebab  itu, dapat  dikatakan  bahwa  semua  orang  mukmin  itu  adalah   bersaudara  seperti  dalam  surat  Al- Hujurrat  ayat  10 :

$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹rsù ö/tû÷üt/ ä3÷ƒuqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ

10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

DAFTAR   PUSTAKA

Htt://alislamu.com/index.php?itemid=5&id=160&option=comcontent&task=view

Htt:/adjee.wordpress.com/2008/06/03/47/

M.Quraish,Shihab,Dr,M.A,Wawasan  Al- Qur’an, penerbit Mizan, Bandung : 1999


[1] Htt://adjhee. WordPress.com/2008/06/03/471-

[2] Dr.M. Quraish  Shihab, M.A, Wawasa  AL- Qur’an,  Bandung  1999, Hlm 486

[3] Dr.M. Quraish Shihab, Wawasan   Al – Qur’an, Bandung   1999,hlm 489

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: