UKHWAH ISLAMIYAH DALAM PERSPEKTIF AL- QUR’AN
Oleh: Erni Safitri
Mahasiswa Jurusan Ilmu Agama Islam
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan di dunia ini,seorang Muslim dapat memahami adanya pandangan bahkan pendapat yang berbeda dengan pandangan agamanya, karena semua itu tidak mungkin berada di luar kehendak Ilahi.
Dalam surat AL-Hujurrat ayat 10 sangat jelas sekali, Allah mengatakan bahwa orang- orang muslim itu bersaudara, dan memerintahkan untuk melakukan hubungan perbaikan jika seandainya terjadi kesalah pahaman di antara kelompok kaum muslimin.
Maka AL-Qur’an memberikan contoh dan penyebab keretakan hubungan sekaligus melarang setiap muslim melakukan keributan.
Oleh karena itu, persaudaraan harus dibangun serta tumbuhnya dalam kehidupan kita sehari- hari. Untuk menumbuhkan ukhwah islamiyah bukan hal yang mudah.
Dalam makalah ini, penulis akan mencoba mengkaji ukhwah islamiyah, secara menyeluruh, yang di mulai dari makna ukhwah islamiyah serta ayat – ayat Al- Qur’an.
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN UKHWAH ISLAMIYAH
Kata ukhuwah menurut bahasa berasal dari “akhun” artinya berserikat dengan yang lain karena kelahiran dari dua belah pihak, atau salah satunya atau karena persusuan. Lalu kata ini dipakai untuk perserikatan, persaudaraan kabilah, agama, hubungan antar manusia, kasih sayang, dan keperluan lainnya. Mufradat Alfazhil Qur’an, Al Allamah Ar-Raghib Al-Ashfahani.
Pada dengan bahasa latin Ukhuwah menurut bahasa ialah saudara sekandung,sebapak, seibu, atau persusuan. Lalu digunakan istilah ini untuk kepentingan lain, persaudaraan antara Negara, antara suku dan desa lain. [1]
Dan Ukhuwah ( ukhuwwah ) yang biasanya diartikan sebagai persaudaraan, terambil dari akar akar yang mulanya berarti memperhatikan. Makna asal ini memberi kesan bahwa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian semua pihak yang merasa bersaudara.
Boleh jadi, perhatian itu pada mulanya lahir karena adanya persamaan di antara pihak-pihak yang bersaudara, sehingga makna tersebut kemudian berkembang, dan pada akhirnya Ukhuwah diartikan sebagai setiap persamaan dan keserasian dengan pihak lain, maupun dari persamaan keturunan dari segi ibu, bapak, atau keduanya. Secara majazi kata ukhwah islamiyah persaudaraan muslim mencakup persamaan salah satu unsur seperti suku, agama, profesi, dan perasaan. Dalam kamus- kamus bahasa arab ditemukan bahwa kata akh yang membentuk kata ukhuwah digunakan juga dengan arti teman akrab atau sahabat.
Masyarakat Muslim mengenal istilah Ukhuwwah Islamiyah istilah ini perlu didudukkan maknanya, agar bahasan kita tentang ukhuwah tidak mengalami kerancuan. Untuk itu terlebih dahulu perlu dilakukan tinjauan kebahasan untuk menetapkan kedudukan kata Islamiyah dalam istilah di atas. Selama ini ada kesan bahwa Istilah tersebut bermakna persaudaraan yang jalin oleh sesama muslim, atau dengan kata lain, persaudaraan antarsesama muslim, sehingga dengan demikian, kata islamiyah dijadikan pelaku Ukhuwah itu. [2]
Pemahaman ini kurang tepat. Kata Islamiah yang dirangkaian dengan kata Ukhuwah lebih tepat dipahami sebagai adjektifa, sehingga ukhuwah islamiah berarti persaudaraan yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh islam.
Dalam Islam permasalahan Ukhuwah pun memiliki urgensi nilai tersendiri yang sangat kuat dampaknya bagi kejayaan Islam hingga keshalehan seseorang. Tentang hal ini Allah berfirman dalam surat AL- Hujjurat ayat 10 yang artinya : “ Orang – orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu demikianlah ( perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat “.
Syaikul Islam Ibnu Taimiyah berkata ketika menafsirkan ayat ini, yaitu Ukhuwah disini adalah ukhuwah sesama muslim, karena orang mukmin di sifati oleh Nabi saw, dengan perumpaan orang mukmin di dalam kasih sayang mereka, belas kasihan mereka, kelembutan mereka seperti satu badan. ( HR. Muslim, Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah ).
Lihatlah, betapa agungnya ukhuwah yang dilandasi dengan semangat ukhuwah islamiyah, namun yang perlu di perhatikan disini hendaknya belumlah cukup dia sebagai seorang muslim ( bukan berarti mengeluarkannya dari islam) dalam bersama menjalin ukhuwah tanpa memperhatikan kriterianya. Tetapi yang harus dan sangat penting untuk ditekankan disini ialah seseorang harus mentauhidkan Allah dengan benar dalam artinya membersihkan dari segala noda- noda kotoran perusak kaidah, ia pun juga haruslah orang yang memahami dan menjalankan ibadah dengan sebaik- baiknya dan cara yang benar sesuai tuntutan Rasulullah saw, yang dengan mereka itulah kita harus bahkan wajib bila terdapat ke semua tersebut bagi seorang muslim yang lain cenderung kepada kekufuran dan dapat membawa saudaranya kepada keburukan dan kerusakan.
B. Ayat - ayat Al- Qur’an tentang Ukhuwah Islamiyyah
Ayat- ayat Al- Qur’an tentang Ukhuwah Islamiyyah diantaranya ialah :
Ayat Makiyyah
|
Ayat Madaniyyah
|
QS. AL- Hijr : 47
|
QS.AN-Nisa : 23
|
|
QS.AL-Hujurrat :10
|
|
QS.AT-Taubah:11
|
|
QS.AL-Maidah:52
|
|
QS.AL-Imran :103
|
|
QS.AL-Baqarah:83
|
Bunyi dari ayat – ayat yang sudah di sebutkan di atas adalah sebagai berikut
ôMtBÌhãm öNà6øn=tã öNä3çG»yg¨Bé& öNä3è?$oYt/ur öNà6è?ºuqyzr&ur öNä3çG»£Jtãur öNä3çG»n=»yzur ßN$oYt/ur ËF{$# ßN$oYt/ur ÏM÷zW{$# ãNà6çF»yg¨Bé&ur ûÓÉL»©9$# öNä3oY÷è|Êör& Nà6è?ºuqyzr&ur ÆÏiB Ïpyè»|ʧ9$# àM»yg¨Bé&ur öNä3ͬ!$|¡ÎS ãNà6ç6Í´¯»t/uur ÓÉL»©9$# Îû Nà2Íqàfãm `ÏiB ãNä3ͬ!$|¡ÎpS ÓÉL»©9$# OçFù=yzy £`ÎgÎ/ bÎ*sù öN©9 (#qçRqä3s? OçFù=yzy ÆÎgÎ/ xsù yy$oYã_ öNà6øn=tæ ã@Í´¯»n=ymur ãNà6ͬ!$oYö/r& tûïÉ©9$# ô`ÏB öNà6Î7»n=ô¹r& br&ur (#qãèyJôfs? ú÷üt/ Èû÷ütG÷zW{$# wÎ) $tB ôs% y#n=y 3 cÎ) ©!$# tb%x. #Yqàÿxî $VJÏm§ ÇËÌÈ
ôMtBÌhãm öNà6øn=tã öNä3çG»yg¨Bé& öNä3è?$oYt/ur öNà6è?ºuqyzr&ur öNä3çG»£Jtãur öNä3çG»n=»yzur ßN$oYt/ur ËF{$# ßN$oYt/ur ÏM÷zW{$# ãNà6çF»yg¨Bé&ur ûÓÉL»©9$# öNä3oY÷è|Êör& Nà6è?ºuqyzr&ur ÆÏiB Ïpyè»|ʧ9$# àM»yg¨Bé&ur öNä3ͬ!$|¡ÎS ãNà6ç6Í´¯»t/uur ÓÉL»©9$# Îû Nà2Íqàfãm `ÏiB ãNä3ͬ!$|¡ÎpS ÓÉL»©9$# OçFù=yzy £`ÎgÎ/ bÎ*sù öN©9 (#qçRqä3s? OçFù=yzy ÆÎgÎ/ xsù yy$oYã_ öNà6øn=tæ ã@Í´¯»n=ymur ãNà6ͬ!$oYö/r& tûïÉ©9$# ô`ÏB öNà6Î7»n=ô¹r& br&ur (#qãèyJôfs? ú÷üt/ Èû÷ütG÷zW{$# wÎ) $tB ôs% y#n=y 3 cÎ) ©!$# tb%x. #Yqàÿxî $VJÏm§ ÇËÌÈ
23. Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[281] Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama Termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.
$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹r‘sù tû÷üt/ ö/ä3÷uqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ
10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
bÎ*sù (#qç/$s? (#qãB$s%r&ur no4qn=¢Á9$# (#âqs?#uäur no4q2¨9$# öNä3çRºuq÷zÎ*sù Îû Ç`Ïe$!$# 3 ã@Å_ÁxÿçRur ÏM»tFy$# 5Qöqs)Ï9 tbqßJn=ôèt ÇÊÊÈ
11. Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.
utIsù z`Ï%©!$# Îû NÎgÎ/qè=è% ÖÚt¨B cqããÌ»|¡ç öNÍkÏù tbqä9qà)t #Óy´øwU br& $oYt7ÅÁè? ×otͬ!#y 4 Ó|¤yèsù ª!$# br& uÎAù‘t Ëx÷Fxÿø9$$Î/ ÷rr& 9øBr& ô`ÏiB ¾ÍnÏYÏã (#qßsÎ7óÁãsù 4n?tã !$tB (#r| r& þÎû öNÍkŦàÿRr& úüÏBÏ»tR ÇÎËÈ
52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $YèÏJy_ wur (#qè%§xÿs? 4 (#rãä.ø$#ur |MyJ÷èÏR «!$# öNä3øn=tæ øÎ) ÷LäêZä. [ä!#yôãr& y#©9r'sù tû÷üt/ öNä3Î/qè=è% Läêóst7ô¹r'sù ÿ¾ÏmÏFuK÷èÏZÎ/ $ZRºuq÷zÎ) ÷LäêZä.ur 4n?tã $xÿx© ;otøÿãm z`ÏiB Í$¨Z9$# Nä.xs)Rr'sù $pk÷]ÏiB 3 y7Ï9ºxx. ßûÎiüt6ã ª!$# öNä3s9 ¾ÏmÏG»t#uä ÷/ä3ª=yès9 tbrßtGöksE ÇÊÉÌÈ
103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
øÎ)ur $tRõs{r& t,»sVÏB ûÓÍ_t/ @ÏäÂuó Î) w tbrßç7÷ès? wÎ) ©!$# Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $ZR$|¡ômÎ) Ïur 4n1öà)ø9$# 4yJ»tGuø9$#ur ÈûüÅ6»|¡uKø9$#ur (#qä9qè%ur Ĩ$¨Y=Ï9 $YZó¡ãm (#qßJÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4q2¨9$# §NèO óOçFø©9uqs? wÎ) WxÎ=s% öNà6ZÏiB OçFRr&ur cqàÊÌ÷èB ÇÑÌÈ
83. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.
Pada ayat- ayat diatas menunjukkan ayat tentang ukhuwah ini, lebih banyak terdapat pada suarat madaniyah yang berarti bahwa ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad saw hijrah ke madinah, dibandingkan dengan surat makiyyah yang berarti bahwa ayat ini diturunkan sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke madinah. Dan masing-masing dari madaniyah dan makiyyah ini pengertian Ukhwah Islamiyah mempunyai perbedaan atau keidentifikasi dalam berukhwah yang baik itu terhadap semua orang sesama muslim saja, saudara sekeluarga atau yang lainnya.
Pada surat makiyyah itu, pada umumnya adalah mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala, kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran budi pekerti. Jadi, pada ayat Ukhwah islamiyah yang terdapat di atas yang termasuk pada surat makiyyah adalah tentang gambaran penghuni surga yang bebas .
C. Ukhuwah Islamiyyah dalam Al- Qur’an
Dalam Al- Qur’an kata Akh ( saudara ) dalam bentuk tunggal ditemukan sebanyak 52 kali. Kata ini dapat berarti :
1. Saudara kandung atau saudara seketurunan, seperti pada ayat yang berbicara tentang kewarisan, atau keharaman mengawini orang- orang tertentu, misalnya
. ôMtBÌhãm öNà6øn=tã öNä3çG»yg¨Bé& öNä3è?$oYt/ur öNà6è?ºuqyzr&ur öNä3çG»£Jtãur öNä3çG»n=»yzur ßN$oYt/ur ËF{$# ßN$oYt/ur ÏM÷zW{$# ãNà6çF»yg¨Bé&ur ûÓÉL»©9$# öNä3oY÷è|Êör& Nà6è?ºuqyzr&ur ÆÏiB Ïpyè»|ʧ9$# àM»yg¨Bé&ur öNä3ͬ!$|¡ÎS ãNà6ç6Í´¯»t/uur ÓÉL»©9$# Îû Nà2Íqàfãm `ÏiB ãNä3ͬ!$|¡ÎpS ÓÉL»©9$# OçFù=yzy £`ÎgÎ/ bÎ*sù öN©9 (#qçRqä3s? OçFù=yzy ÆÎgÎ/ xsù yy$oYã_ öNà6øn=tæ ã@Í´¯»n=ymur ãNà6ͬ!$oYö/r& tûïÉ©9$# ô`ÏB öNà6Î7»n=ô¹r& br&ur (#qãèyJôfs? ú÷üt/ Èû÷ütG÷zW{$# wÎ) $tB ôs% y#n=y 3 cÎ) ©!$# tb%x. #Yqàÿxî $VJÏm§ ÇËÌÈ I
23. Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
( QS.An- nisa : 23 )
[281] Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama Termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.
2. Saudara yang di jalin oleh ikatan keluarga, seperti Doa Nabi Musa a.s. Yang di abadikan Al- Qur’an.
@yèô_$#ur Ík< #\Îur ô`ÏiB Í?÷dr& ÇËÒÈ tbrã»yd ÓÅr& ÇÌÉÈ
29. Dan Jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
30. (yaitu) Harun, saudaraku. ( QS. Thaha : 29-30 ).
3. Saudara dalam arti sebangsa, Walaupun tidak seagama, seperti dalam firmanNya.
¨bÎ) !#x»yd ÓÅr& ¼çms9 Óìó¡Î@ tbqãèó¡Î@ur Zpyf÷ètR uÍ<ur ×pyf÷ètR ×oyÏnºur tA$s)sù $pkÏYù=Ïÿø.r& ÎT¨tãur Îû É>$sÜÏø:$# ÇËÌÈ
23. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka Dia berkata: “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan Dia mengalahkan aku dalam perdebatan”.( QS. Al- A’raf : 65 ).
4. Saudara semasyarakat,Walaupun berselisih paham.
* 4n<Î)ur >%tæ ôMèd%s{r& #Yqèd 3 tA$s% ÉQöqs)»t (#rßç7ôã$# ©!$# $tB /ä3s9 ô`ÏiB >m»s9Î) ÿ¼çnçöxî 4 xsùr& t
bqà)Gs? ÇÏÎÈ
65. Dan (kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” ( QS. Shadd : 23 )
5. Persaudaraan Seagama.
$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹r‘sù tû÷üt/ ö/ä3÷uqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ
10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. ( QS. Al – Hujurrat : 10 ).
Di atas telah dikemukakan bahwa dari segi bahasa, kata nukhuwah dapat mencakup berbagai persamaan. Dari sini lahir lagi dua macam persaudaraan, namun substansinya adalah persaudaraan. Kedua hal tersebut adalah :
1. Saudara sekemanusiaan ( Ukhuwah Insaniyyah )
Al- Qur’an menyatakan bahwa semua manusia diciiptakan oleh Allah dari seorang lelaki dan seorang perempuan ( Adam dan Hawa ) ( QS. Al- Hujurat : 13). Ini berarti bahwa semua manusia adalah seketurunan dan dengan demikian bersaudara.
2. Saudara semakhluk dan seketundukan Kepada Allah.
Di atas telah dijelaskan bahwa dari segi bahasa kata akh ( saudara ) digunakan pada berbagai bentuk persamaan. Dari sini lahir persaudaraan kesemakhlukan.
qèdur ª!$# Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$#Îûur ÇÚöF{$# ( ãNn=÷èt öNä.§Å öNä.tôgy_ur ãNn=÷ètur $tB tbqç7Å¡õ3s? ÇÌÈ
3. Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan. ( QS. Al- An’am :3 ).
D. Macam – Macam Ukhuwah Islamiyyah
Pada awal pembahasan telah dikemukakan arti Ukhuwah Islamiyyah, yakni Ukhuwah yang bersifat islami atau diajarkan oleh agama islam. Telah dikemukakan pula beberapa ayat yang menginsyratkan bentuk atau jenis persaudaraan yang disinggung oleh Al- Qur’an. Semuanya dapat disimpulkan bahwa persaudaraan itu dalam kitab suci Al- Qur’an terdiri dari empat macam antara lain :
1. Ukhuwwah Ubudiyyah adalah persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk kepada Allah SWT.
2. Ukhuwah Insaniyyah ( basyariyyah ) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu.
3. Ukhuwwah Wathaniyyah wa an- nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.
4. Ukhuwwah fi din Al- Islam, Persaudaraan antarsesama muslim.
Makna dan macam- macam persaudaraan tersebut di atas adalah berdasarkan pemahaman terhadap teks ayat- ayat Al- Qur’an. Ukhuwah yang jelas dinyatakan oleh Al- Qur’an adalah persaudaraan seagama Islam, dan persaudaraan yang jalinannya bukan karena agama. [3]
KESIMPULAN
Ukhuwah Islamiyyah berarti persaudaraan yang diambil dari kata Akh dalam bahasa arab. Dan ukhuwah ini pada masyarakat muslim dikenal dengan istilah Ukhuwah Islamiyyah. Istilah ini perlu didudukkan maknanya. Untuk itu terlebih dahulu perlu di lakukan tinjauan kebahasaan untuk menetapkan kedudukan kata islamiyyah dalam istilah di atas. Selama ini ada kesan bahwa istilah tersebut bermakna persaudaraan yang di jalin oleh sesama muslim, atau dengan kata yang lain, persaudaraan antarsesama muslim, sehingga dengan demikian, kata islamiah di jadikan pelaku Ukhuwah itu.
Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa semua orang mukmin itu adalah bersaudara seperti dalam surat Al- Hujurrat ayat 10 :
$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹r‘sù ö/tû÷üt/ ä3÷uqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ
10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
DAFTAR PUSTAKA
Htt://alislamu.com/index.php?itemid=5&id=160&option=comcontent&task=view
Htt:/adjee.wordpress.com/2008/06/03/47/
M.Quraish,Shihab,Dr,M.A,Wawasan Al- Qur’an, penerbit Mizan, Bandung : 1999


Para Komentator